Apr 09
Senin ini, aku punya cerita tentang kegiatanku mengisi Workshop Progresif BloggerSUMUT Kelas #2 di Grha XL Medan pada hari Kamis yang lalu (5 April 2012). Ya, ini kelas kedua yang diadakan oleh BloggerSUMUT dalam rangka mengusung proses pembelajaran tentang blog secara langsung dan kontinu.
Jika mengingat pengalaman sebelum-sebelumnya, workshop sering diadakan hanya sekali pukul. Dalam satu pertemuan, orang-orang diajari cara membuat blog, trus dilepas begitu saja. Alhasil banyak blogger yang tersesat dalam kebingungan tak berujung (lalu berhenti ngeblog).
Materi yang menjadi jatahku, adalah tentang Tampilan Blog. Bukan materi yang gampang untuk workshop berdurasi 2 jam (itu pun potong sana-sini). Apalagi di acara kemarin, yang ikutan kelasnya udah masta-masta semua. Ada dua orang professional designer, dua orang online publisher, dan dua orang blogger panjang umur. Serasa salah bawa slide presentasi jadinya

Tapi syukurlah teman-teman di XL (yang masih baru mulai ngeblog) merasakan manfaat dari kelas kemarin, kalau enggak sia-sia lah kumakan pisang goreng yang disediakan..
Disini aku share file presentasi yang kemarin aku bawakan. Poin yang kushare adalah tentang:
- Blog sebagai CMS
- Pengenalan tentang HTML dan CSS
- Elemen yang harus diperhatikan dalam memilih theme/template blog
- Memanfaatkan fitur widget/gadget
- Dan sedikit tips, yang kuharap bisa membantu teman-teman
Baca kelanjutannya.. »
Feb 07
Selasa ini rasanya benar-benar menguras tenaga. Tapi gak jadi masalah, toh ada hasilnya.
Satu kemajuan dalam rencana BloggerSUMUT mewujudkan pembelajaran blog yang progresif (meminjam pemilihan kata Helda). Dalam 2 minggu ke depan, sudah akan ada rangkaian kelas khusus blog untuk teman-teman yang ada di kota Medan.
Dan tidak seperti workshop BS sebelum-sebelumnya, yang hanya mengajarkan tentang cara membuat blog, kelas-kelas yang akan diadakan memiliki materi pembahasan yang lebih lengkap. Peserta akan diajarkan tentang teknis-teknis pengelolaan blog, tips-tips menulis, hingga cara promosi blog. Dan semua tidak diajarkan sekaligus, tetapi selangkah demi selangkah. Mengutip omongan mbak Ollie di gathering @NBCMedan kemarin: “butuh 21 hari untuk menciptakan sebuah kebiasaan” – maka peserta akan diajak untuk menjadi blogger yang sudah terbiasa ngeblog.
Harapannya, ya supaya orang bisa mengelola blog-nya dengan optimal, dan tidak lagi salah kaprah dengan kalimat “blog bisa menghasilkan …” atau pemikiran-pemikiran lain, yang belum tentu applicable buat semua orang.
Lokasinya gak sulit dijangkau, waktunya juga sebelum matahari terbenam, dan frekuensinya sekali seminggu.
Detil lebih lengkap, biar @BloggerSUMUT yang suarakan.
– diposting lewat perangkat mobile –
Sep 17
Hari Kamis tanggal 15 September 2011, anakmudanya meninggalkan kota Medan untuk merapatkan barisan bersama banyak teman-teman yang aktif di dunia online, dalam sebuah proses drafting untuk Kode Etik Online yang diinisiasi oleh ICT Watch.
Ketika awalnya diundang, aku bertanya-tanya ini tujuannya apa? Apa mau bikin dekrit, gitu? Apa orang-orang emang gak tahu pentingnya etika online? Emangnya ada orang yang merasa perlu dibuat sebuah hukum tertulis terkait aktifitas online?
Pada Jumat, 16 September 2011, bertempat di Hotel Harris (Tebet, Jakarta) agenda pun dimulai. Acara yang terdiri dari rangkaian Workshop dan Focus Group Discussion ini berjalan dengan kronologis sebagai berikut:
- Workshop sesi pertama diisi oleh bang Sammy Pangerapan (APJII, “Internet Services for Community”) dan mas Sigit Widodo (PANDI, “Domain .id as Community Identity”)
- Workshop sesi kedua diisi oleh mas Anggara (Public Interest Lawyer/ICJR.or.id, “Freedom of Speech on the Net”) dan mas Nezar Patria (AJIIndonesia.org, “New Media on Today Perspective”)
- Workshop sesi ketiga diisi oleh Ross LaJeunesse (Head, Public Policy and Gov Affairs, Google – Asia Pacific) dan Mike Orgill (Country Lead, Public Policy & Gov Affairs, Google – Southeast Asia)
- Workshop sesi keempat diisi oleh Pak Nukman Luthfie dengan topik “Etika 2.0″
Kepala ini serasa penuh menampung informasi yang dibagikan. Penawaran dan kesempatan yang terpapar, fakta-fakta baru tentang; betapa masih sangat kecil persentase orang Indonesia yang pakai domain .id, aturan main jurnalisme, banyaknya kasus di Indonesia yang tidak ditangani secara adil, dan bagaimana Google bersikap transparan terhadap kebijakan sebuah negara, benar-benar mencelikkan mata.
Serangkaian hasil survey pun menunjukkan bahwa memang Internet masih memaparkan kesempatan yang dapat merugikan orang lain, dan bahwa kebutuhan akan pendidikan tentang Kode Etik Online adalah hal yang ditunggu oleh pengguna Internet di Indonesia.

Survey oleh ICT Watch
Baca kelanjutannya.. »