Oke, kita lanjutakan cerita road trip sebelumnya.
Setelah kembali dari acara Pernikahan Rio, kami putuskan untuk mengenal Rantau Parapat lebih jauh (jangan cuma sebatas ruko-nya Leo). Jadi Adinda kasih usul, supaya Leo ajak kami jalan ke Taman Wisata Alam Air Terjun LINGGAHARA.
Rekreasi, Wisata Alam
Yah, pokoknya ide untuk jalan jauh muncul karena gak ingin Supra “Mandra” yang sedari Medan ngekor, teronggok sia-sia di ruko. Jadi lah kami meluncur sekitar jam 4 sore. Beberapa teman Leo sih kasih komentar
“Gak kesorean nih, mau lihat apa lagi disana?”
“Hah?” aku bingung, emang ada apaan.
“Biasa Ko, orang kesana buat cuci mata” (ngelihatin pengunjung lain)
Halah, gak kira hitungan tuh buat kita-kita. Justru pinginnya sih tuh tempat wisata gak crowded sama pengunjung, soalnya hari Minggu identik dengan keramaian. Iya kan? Jadi kami pun jalan santai lah.
![]() |
Gak disangka, emang perjalanannya jauh, bukan cuma perasaan buat yang baru pertama kali datang. Tapi emang jalurnya gak biasa aja. Bayangkan, kami harus nerobos kebun sawit terlebih dahulu. Dan kalau ada yang nebak bahwa jalannya gak di-aspal, yup, anda benar! Jangankan yang jalanan tanah, yang diaspal pun sama aja genjotannya (baca: berlubang-lubang, gak mulus). Cocok benar buat yang naik motor trail, sekalian belajar off-road dikit. Ikuti perjalanan ini..






















