Ingin rasanya bikin missing poster kaya’ yang begitu..
Buat yang sudah mereka-reka, benar postingan kali ini buat mengangkat cerita tentang hilangnya anjing peliharaan seisi rumahku yang bernama Kocik. Oh, gambar di sebelah itu sekedar sample, di mataku si Kocik jauh lebih ganteng dari pada barang contoh yang dua itu. Masalah kami seisi rumah ini adalah tidak menyimpan foto yang menampakkan wajah asli anjing peliharaan kami itu, jadi susah buat bikin poster kehilangan pada saat dibutuhkan seperti sekarang ini.
Maklum lah, dia termasuk anjing ninja. Jadi tampangnya gak pernah teridentifikasi dengan jelas. Ini satu-satunya foto yang tampak depan, foto yang satu lagi tampak bokong (jadi tak usah lah dipajang yah, demi prikemanusiaan). Eh, dia kusebut anjing ninja bukan tanpa sebab lho. Sepanjang sejarah rumah ku, dia lah anjing peliharaan dengan skill menyelinap keluar-masuk yang paling tinggi. Hanya si Kocik ini lah yang bisa lompat pagar sekaligus parit di sekeliling rumah, sampai-sampai kami pun harus pasang barikade penghalang di halaman rumah sendiri. Belum lagi hobby nangkap lalat-nya, macam di pilem Bo-Bo-Ho itu lah pokoknya.
Yah, emang gak ada yang sempurna di dunia ini. Melihara anjing gahar, kalau gak tekapar ditimpuk orang pakai bata merah, mentok-mentoknya mati diracun (kecuali si BlackOut). Memelihara anjing jinak, hasilnya seperti ini.. raib tak jelas. Ntah dimana rimbanya si Kocik ini sekarang. Apakah karena penurut-nya, diculik dan dipelihara oleh orang lain.. atau berujung tragis, berganti nama jadi “tambul”.
Dueh, Kocik, padahal kau baru memasuki masa puber. Belum kagi sempat kau kenal yang namanya kehangatan betina, cik..cik..
Btw, kalau kau baca ini, yang kemarin kau “sorong”, ya ya si Hitam.. dia itu jantan.
Sekarang terasa sekali si Kocik sudah tak ada. Karena sebelumnya sudah menjadi kebiasaan kami untuk ngumpulin tulang-tulang ayam buat dia, sekarang semua bingung mau dikemanakan itu sisa makanan.
(Image taken from: vetsgetscanning.co.uk)
























