Jun 10
Oke, kita lanjutakan cerita road trip sebelumnya.
Setelah kembali dari acara Pernikahan Rio, kami putuskan untuk mengenal Rantau Parapat lebih jauh (jangan cuma sebatas ruko-nya Leo). Jadi Adinda kasih usul, supaya Leo ajak kami jalan ke Taman Wisata Alam Air Terjun LINGGAHARA.
Rekreasi, Wisata Alam
Yah, pokoknya ide untuk jalan jauh muncul karena gak ingin Supra “Mandra” yang sedari Medan ngekor, teronggok sia-sia di ruko. Jadi lah kami meluncur sekitar jam 4 sore. Beberapa teman Leo sih kasih komentar
“Gak kesorean nih, mau lihat apa lagi disana?”
“Hah?” aku bingung, emang ada apaan.
“Biasa Ko, orang kesana buat cuci mata” (ngelihatin pengunjung lain)
Halah, gak kira hitungan tuh buat kita-kita. Justru pinginnya sih tuh tempat wisata gak crowded sama pengunjung, soalnya hari Minggu identik dengan keramaian. Iya kan? Jadi kami pun jalan santai lah.
Gak disangka, emang perjalanannya jauh, bukan cuma perasaan buat yang baru pertama kali datang. Tapi emang jalurnya gak biasa aja. Bayangkan, kami harus nerobos kebun sawit terlebih dahulu. Dan kalau ada yang nebak bahwa jalannya gak di-aspal, yup, anda benar! Jangankan yang jalanan tanah, yang diaspal pun sama aja genjotannya (baca: berlubang-lubang, gak mulus). Cocok benar buat yang naik motor trail, sekalian belajar off-road dikit. Ikuti perjalanan ini..
Jun 09
Nich sudah pulang!
Wuih, perjalanan kali ini, memang berkesan. Kalau dipikir-pikir lagi sih, emang semua perjalanan dengan Nich pasti bekesan (walaupun buat beberapa orang, sering dianggap gak nyaman :D). Pokoknya, misi sukses dah, semua persiapan gak ada yang sia-sia. Dan yang terpenting, semua peserta selamat dari marabahaya dan tiba dengan selamat ke rumah masing-masing tanpa merasa kurang satu apa pun :)
Jumat 6 Juni, 2008
Bersiap berangkat dari Pancing (warnet De L’Esperanza), saya dan Pieps berencana menggunakan jasa PJKA sebagai transportasi pilihan. Rencana besar kami adalah naik kereta api ke Rantau Parapat dan melanjutkan perjalanan dari sana ke lokasi pesta Pernikahan Rio dengan menggunakan Supra “Mandra” milik Pieps. Jadilah kami tiba di stasiun kereta api sekitar jam setengah tiga siang. Karena tahu jadwal keberangkatan kereta sangat ketat, artinya selalu on-time, kami langsung menuju ruang pengiriman barang (bagasi) karena kereta dijadwalkan berangkat jam 3 sore. Ikuti petualangannya..
Jun 06
Okeh, semalam udah berhasil ambil jatah puding ke TST Pak Haji di Jalan Puri. Secara anak mudanya sudah pindah lokasi base camp, perjalanan GatSu – Puri pun jadi berasa jauh. Bukan apa-apa, malam sebelumnya udah coba berkunjung ke warung TST di sekitaran base camp, tapi citarasanya berbeda dengan yang biasa saya konsumsi (di tempat Pak Haji).
Kenapa ngotot nyari puding? Karena sudah beberapa hari ini anak mudanya begadang melek sampai pagi. Badan udah minta jatah, jadi gak bisa diabaikan. Hal ini bukan tanpa sebab, semua demi road trip ke kondangan Rio, di Torgamba! Benar, Rio mau nikah hari Sabtu ini (7 Juni 2008), nah lokasi acaranya jauh banget dari kota Medan. Jadi saya akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan memakan waktu (baca: melewati waktu tanpa melakukan kegiatan produktif) Apa itu TST?