May 10
Ketika sedang berada di tengah-tengah sebuah acara gathering blogger, ada sesi perkenalan diri yang harus kami lalui. Dan seperti biasa, aku menyimak satu per satu dari mereka..
.. sudah punya beberapa perusahaan, dan bangkrut..
Kalimat di atas, kurang lebih seperti apa yang kudengar, mengundang tawa ringan dari para peserta. Dan aku, hanya tersenyum kecil.

Ilustrasi dari howtodeclarebankruptcy.net
Ya, aku juga pernah punya perusahaan, berbadan hukum juga. Dan ini sudah kumulai sebelum konsep startup bergaung di kota Medan ini. Sebagai praktisi IT, sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota Medan ini, dan itu lah yang mendasari perjuanganku dan beberapa orang teman untuk membentuk sebuah perusahaan – ya supaya resmi dan lebih berpeluang untuk mengajukan jasa, begitu pikir kami.
Baca kelanjutannya.. »
Mar 27
vox populi vox dei
Suara rakyat (adalah) suara Tuhan, kurang lebih begitu lah arti kutipan di atas. Dan terkait aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM belakangan ini, setelah dipersiapkan dengan baik, sepertinya rakyat Indonesia menyampaikan langsung suaranya ke jalanan. Langsung menunjukkan protes terhadap rencana/kebijakan pemerintah. Ya, langsung-langsung saja, cukup sudah dengan para wakil rakyat yang kemarin dipilih itu.
Aku bukannya tidak setuju dengan aksi demonstrasi yang kemarin sudah bikin panik segelintir penghuni Medan (dan hari ini juga semoga tidak ada yang panik berlebihan di Jakarta), hanya saja aku tidak ingin menyemangati orang yang salah.

yang di sini biar awak aja yang amankan, teman2 lain coba awasi yang di Polonia ya..
Baca kelanjutannya.. »
Mar 04
Jangan tertipu sama judul yaa, aku bukan mau terangkan panjang kali lebar sama dengan luas tentang kota Medan koq. Cuma mau berbagi beberapa hal yang ternyata begitu “baru” buat ku yang sudah bertahun-tahun tinggal di Medan ini (dan beberapa hal yang sepertinya orang-orang perlu tahu). Dan agar semua paham konteksnya, tulisan ini aku buat dengan referensi materi #AkberMedan tanggal 29 Pebruari 2012 (dengan narasumber bang Erond L. Damanik – Peneliti PUSSIS UNIMED).
Sebelum kelupaan, berikut adalah beberapa fakta yang aku bagikan lewat twitter selama presentasi berlangsung.
Kapur Barus, berasal dari kata ‘Barus’ yang sebenarnya adalah nama daerah penghasil chamfer, terletak di pantai Barat Sumatera.
Jadi rupanya di Sumatera, dulu (1826) yang nanam tembakau itu adalah orang Melayu dan orang Batak.
Woo.. kata Medan, berasal dari bahasa India Selatan ‘meidan’ yang artinya ‘luas’ :D #Medan
Jadi rupanya dulu, jalur transportasi yang utama adalah sungai. Karena banyak bangunan (di kota Medan) yang terasnya menghadap sungai.
Astaga, ternyata daerah ‘Helvetia’ itu, aslinya bernama ‘Helvetica’ .. orang #Medan udah melek font dari dulu ternyata :))
Satu lagi, Tanjung Morawa, dulu namanya ‘Moravia’ .. emang lah, orang #Medan ini gak mau ribet. Dibuat gampang semuanya =))
Arnhemia, itu nama asli ‘Pancur Batu’ .. .salahkan @Helda koq jauh gitu jadinya (_ _”)
Eh, tapi di akhir presentasi tentang “mengenal kota Medan” kami disuguhkan dengan fakta yang begitu menggugah. Fakta bahwa banyak situs bersejarah di kota Medan, bernasib tragis.
Kenapa tragis?