Kerja dan Harga Diri

Celoteh 31 Komentar »

Kata orang tua, “laki-laki itu harus kerja supaya punya harga diri”. Dan seiring prilaku kita sebagai manusia, bias pun hadir dalam interpretasi kata “kerja” tersebut.

Kata kerja itu kata dasar toh? Jadi yang penting kan kerja, gak harus “dipekerjakan” atau “mempekerjakan” atau “ada kerjaan”. Mau jadi karyawan buat orang lain, atau mau buka usaha sendiri, asalkan keluar keringat maka menurutku semua sah-sah saja.

Saya sering mengalami ini dalam percakapan dengan orang luar sono, ditanya;

What do you do for living?

Mereka sepertinya punya kecenderungan untuk menanyakan hal yang mendasar, tanpa mengarahkan kita untuk memberi “jawaban yang betul”. Berbeda dengan kebanyakan teman-teman orang tuaku, yang kalau nanya;

Kerja dimana kau sekarang?

Menurut kebiasaan di tempat tinggal saya, kalimat tanya seperti itu membutuhkan jawaban yang dimulai dengan “Saya kerja di perusahaan titik-titik
:phew:

Baca kelanjutannya.. »

Malam Minggu Kemana?

Celoteh 18 Komentar »

Malam mingguan gak kemana-mana, cuma di depan lappie sampai pagi.. itu udah biasa. Tapi kalau sambil ditemani teman-teman, emang jarang.

Basecamp lagi rame nih, banyak kedatangan tamu dari jauh. Dari pagi kerjaan ngobrol aja, tukar-tukar cerita. Ntah kenapa, kalau sudah dalam konteks nostalgia, masalah yang dulu bikin kepala puyeng – sekarang malah jadi bahan candaan yang menghibur
:hihi:

Lalu ada lagi..

Cerita dari Rumah

Celoteh 32 Komentar »

Beberapa hari ini, anakmuda-nya dirumahkan… Silahkan diartikan secara tersirat maupun tersurat, karena dua-duanya memang betul. Dirumahkan dalam artian “dihentikan dari urusan pekerjaan” atau dirumahakan dalam artian “ditahan di dalam rumah” keduanya sama benar.

Sebenarnya kali ini klop banget antara status proyek dengan kondisi badan, pas proyek selesai.. pas badan terkulai
:ngupil:

Lihat gambar peliharaan baru di dalam..

WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·Remaja
Entries RSS Comments RSS Log in

Switch to our mobile site