Hari Sabtu kemarin (24 September 2011) merupakan hari puncak acara Social Media Festival, sebuah perhelatan akbar untuk seluruh penggiat social media di Indonesia. Acara Social Media Festival ini sebenarnya bertempat di fX LifeStyle X’nter, Senayan, Jakarta – berlangsung dari 22 hingga 24 September 2011 – dan anak Medan kebagian peran untuk turut serta meramaikan dengan melangsungkan sebuah gelaran yang serupa-tapi-tak-sama, berjudul Social Media Festival chapter Medan.
Dengan tajuk utama “Etika sebagai Modal Personal Branding di Social Media” teman-teman dari berbagai komunitas dan para penggiat social media di kota Medan tumpek-blek di Grha XL (Jalan Diponegoro, Medan). Barangkali kemarin itu adalah kali pertama aku bisa kumpul bareng dengan sekian banyak komunitas di Medan. Istimewanya, ada interaksi antara yang satu dengan yang lain. Bukan hanya sekedar duduk dalam sebuah acara, bersama-sama menyimak sosok yang ngomong di depan, sementara hadirin tak kenal siapa di kiri dan siapa di kanan.

Ada berbagai kegiatan yang disusun untuk menyambut live-streaming dengan teman-teman di SocMedFest (Jakarta); mulai dari perkenalan komunitas, kuis berhadiah, dan sharing topik-topik yang “kata mereka” memberi pencerahan
Beberapa perwakilan komunitas dengan baik “memperkenalkan diri” ke seluruh peserta yang hadir, menjelaskan tentang kegiatan mereka, dan turut mengajak bergabung mereka-mereka yang mungkin memiliki minat serupa untuk besok-besok bisa merapatkan barisan.
Sedikit identifikasi terhadap asal-usul peserta yang hadir;
- AJI (Aliansi Jurnalis Independen)
- AkBer Medan
- Backpacker Medan
- Benah.IN
- BloggerSUMUT
- Dawet Cahmbanjar
- Kelompok Pengguna Linux Indonesia – Medan / Medan Linux
- Kover Magazine
- Mr. Quicky
- MUGI (Microsoft User Group Indonesia) – Medan
- Perwakilan dari PT. Excelcomindo Pratama (XL)
- Radio Delta FM – Medan
- Radio KISS FM – Medan
- Tabloid Aplaus
- Tangan Di Atas (TDA) – Medan
- Waspada Online
- dll, dsb, dst.. (yang gak disebut jangan marah)
Materi yang dibagikan berfokus kepada etika online, sesuatu yang mungkin tidak dianggap krusial oleh beberapa orang, tapi lewat materi yang disampaikan oleh Bang Agoez Perdana, dan Fikry Fatullah, aku pun semakin diyakinkan bahwa kode etik online itu bikin hidup lebih gampang.

Memang acaranya tidaklah sempurna, ada kekurangan disana-sini, dan aku sebagai orang yang sedikit-banyak terlibat dalam urusan persiapan minta maaf ke teman-teman kalau ada silap awak


























Pingback: Menghilangkan Meta Tag Generator pada Wordpress « 404 Page