Sebenarnya udah lama gak nonton film di TV, apalagi TV yang ditonton juga cuma siaran lokal/nasional (notabene gratis). Berbeda dengan saluran TV berbayar yang mungkin punya channel khusus buat film, di stasiun TV swasta (malasnya ya itu..) suka gak sabaran melototin iklan yang panjang padahal lagi seru-serunya. Belum lagi penghematan durasi yang semena-mena, film sekian-menit jadi sekian-menit-kurang-iklan. Film-nya pasti udah “basi” nih. Ya iyalah, kalau ada film Hollywood yang masuk stasiun TV swasta negri kita, pasti udah bertahun umurnya.
Jadi ceritanya, tadi malam aku tonton nih film, yang benar-benar aku nikmati dengan intense. Secara waktu gonta-ganti channel, kepergok sama Denzel Washington (dia bilang, “You! Stay on this channel. You hear me!?”)

Man on Fire berkisah tentang Creasy (Denzel Washington) yang adalah seorang mantan pembunuh bayaran, disewa untuk bekerja sebagai pengamanan sebuah keluarga di Mexico. Dalam profesinya itu, bertumbuh kedekatan dan rasa sayang kepada keluarga tersebut, terutama sang anak – Pita (Dakota Fanning). Perasaan ini lah yang membuat dia membara ketika sang anak di culik oleh sekelompok orang tak dikenal. Sampai dia bertekad untuk balas dendam, akan menghabisi semua orang yang terpaut dengan aksi penculikan itu – semua yang mendapat keuntungan dari situ.
* Udah ah resensinya, tonton aja sendiri, aku gak mau jadi spoiller *
httpv://www.youtube.com/watch?v=TiQXU4ux7fQ
Menurutku sih, ini film tergolong bagus, masih di atas rata-rata film genre Action-Crime-Thriller. Trus plot-nya juga benar-benar manusiawi banget, gak the-hero-never-die (kaya’ Die Hard, yang bagus untuk kategori the-hero-never-die-ever!). Quote yang bisa aku ingat cuma satu:
Revenge is a meal best served cold
Awalnya aku gak bisa bayangin, Denzel Washington main film ber-genre Action. Biasanya kan film Action ada tembak-tembakan, banyak ledakan, lari sana-sini, pokoknya gambar-gambar cepat plus capek lah. Sementara Denzel Washington kan terkenal karena kemampuannya di bidang perwatakan, atau pengambilan gambar potray. Karena penasaran, aku pelototin terus nih film. Dan ternyata, asli, memang dia mampu untuk membawakan perannya tanpa kesan “maksa” gitu. Pengambilan gambarnya pun pas benar, cocok lah dengan dia. Jadi yang udah kenal Denzel Washington dari film-film sebelumnya (The Bone Collector, De Ja Vu) gak bakalan kecewa, karena dia seperti dia selama ini.

-
http://elmosphere.com elmo
-
http://oktasihotang.com okta sihotang
-
http://myryani.wordpress.com My
-
http://bakawan.com/log uwiuw
-
http://www.ceplas--ceplos.blogspot.com tc
-
http://thealwaystrue.blogspot.com bonatua
-
http://mshennie.wordpress.com/ Ms.hennie
-
http://tanpatinta.com Ronggo
-
http://www.spypark-reborn.com spypark.reborn
-
http://adieska.net Adieska
-
http://thegands.babaflash.com the gands
-
http://rubenmanik.com ruben
-
http://www.zalukhu.com Zalukhu
-
http://astridsavitri.blogspot.com astridsavitri
-
http://www.sendalbirunie.com nie
-
http://www.jimmysun.net jimmy
-
http://adieska.net/ Adieska
-
http://goencyclopedia.co.cc goenz
-
http://www.thefachia.com Fachia
-
http://blog.ajaib.us fenny






















