Berasa lagi yang namanya sindrom hari Senin. Ya, itu tuh yang sering orang wakilkan dengan ucapan “I don’t like Monday” .. (walaupun beberapa mencoba memotivasi dunia dengan ucapan sebaliknya – “I do like Monday“) Bagiku, ini lah satu hari Senin yang baru setelah beberapa lama menikmati hari-hari selayaknya weekend tiada akhir.
Bangun pagi, sistem kemawasan diri tidak lah memberikan peringatan kalau aku sudah memasuki “hari Senin” .. masih cuek garuk-garuk, dengan kesadaran yang terbatas – aku ngeloyor nyari rokok, lalu kebingungan begitu melangkahkan kaki keluar ambang pintu warnet.. karena ibu yang jualan lontong sudah menutup lapaknya (waa.. gak sarapan hari ini). Parahnya, masih belum nyadar juga kenapa aku sampai bangun begitu siang; semalaman begadang nyiapin materi kerjaan buat “hari Senin”. Padahal beberapa hari, bioritmik yang kacau – sudah sempat kembali normal.

Kembali ke warnet, ngelihat Enco masih di kamarnya (padahal sudah jam 9 kalau gak salah) membuat anakmudanya semakin nyantai, karena berasumsi bahwa “ini hari libur, Enco gak kerja tuh” Tiba-tiba telepon mulai mengeluarkan tanda bahwa di ujung sana ada orang yang sedang kecarian. Beuh, Pieps rupanya.
N : “Hah, apa lagi?”
P : “Kau dimana?”
N : “Di Banteng, kenapa?”
P : “Katamso dimananya? Yang dekat Istana Maimun yah?”
N : “Oh, maksudmu bengkel itu? Bukan, ini yang di dekat Simpang Alfalah..”
P : “Lewat Petronas?”
N : “Iya”
dst-dll-dsb
*Cet, sambugan telepon diputuskan*
*berpikir sejenak*
“Hmm.. bengkel, dia mau ke ****** yah?”
.. .. ..
“Omaigot!”
Ini hari Senin, aku harusnya dari pagi udah ke *,*** .. alama’gaboi! Pieps aja udah sampai ke lokasi client yang satu lagi. Kusadari betapa telatnya diriku ini.
Begitulah awal hari Senin ku, rada ngaco. Entah kenapa, kesadaran belum begitu sempurna, tapi kaya’nya alam bawah sadar tahu apa yang seharusnya kusadari. Buktinya, Pieps nanya dengan keterangan yang sedikit, aku langsung kasih jawaban yang tepat (walaupun nama simpangnya meleset, sorry sob). Oke lah, cukup sudah terkejutnya. Aku langsung atur langkah. Sambil ngeloyor nyari handuk buat mandi pagi.
Selesai mandi, aku siapin peralatan perang, takut ada yang ketinggalan. Dan benar saja, masih ada yang kurang.. aduuh. “Yawudah, download dulu library-nya, biar disana kerjanya gampang”, pikirku.
*pencet-pencet tuts sambil berharap Oom Google ngasih jawaban*
Tiba-tiba dari tangga kelihatan kepala, tanda seseorang sedang naik ke lantai 2. Buteet.. client dadakan datang, beserta dengan complain dan beberapa request.
Kenapa harus sekarang!?
*demi mempersingkat, apa yang aku kerjakan dengan dia - disunting, karena gak penting*
Pieps berperan besar dalam usaha melepaskan diri dari kunjungan dadakan client yang satu itu. Dengan penuh percaya diri, aku berujar:
Abang harus pergi, udah ditungguin disana
Ciee.. abang nih, yee

Dan disitu lah “hari Senin”-ku, kuhabiskan. Di daerah Brigjen Katamso – Simpang Pelangi. Sepanjang hari. Berkubang dideru suara mesin bengkel, dan pemandangan yang itu-itu aja. Yang pasti, rencana ku untuk bisa nonton The Mummy : Tomb of The Dragon Emperor semakin jauh dari jangkauan..
-
http://astridsavitri.blogspot.com astridsavitri
-
http://secundaputri.com audy
-
http://thegands.wordpress.com the gands
-
http://myryani.wordpress.com My
-
http://oktasihotang.com okta sihotang
-
http://rubenmanik.com ruben
-
http://rubenmanik.com ruben
-
http://balisugar.com balisugar
-
http://adieska.net/ Adieska
-
http://realylife.wordpress.com realylife
-
http://nichpakaich.net Nich
-
http://www.manik.web.id Manik
-
http://realylife.wordpress.com realylife
-
http://www.jimmysun.net jimmy
-
http://zalukhu.com Nias Zalukhu
-
http://hanggadamai.wordpress.com hanggadamai
-
http://pieps.wordpress.com pieps
-
http://pieps.wordpress.com pieps






















