Sudah beberapa hari gak ada kesempatan buat nulis, bukan karena saya jatuh sakit lagi (walaupun emang bolak-balik) atau karena saya kelimpungan mengerjakan proyek yang seabrek-abrek (salah sendiri, kerjaan ditumpuk). Tetapi murni karena saya sedang dalam kondisi yang tidak prima untuk mencurahkan isi pikiran.
Sudah beberapa kali saya coba (menuangkan isi pikiran), baik itu dalam proses menulis blog, atau sekedar chatting dengan teman. Pembawaan saya cenderung antipati, mudah terbawa emosi, dan tidak menggunakan akal sehat. Mungkin ini pengaruh kondisi tubuh yang sedang saya benahi, baik secara fisiologis maupun secara psikologis

Beberapa hari ini, saya sudah bisa mengatur bioritmik yang selama ini kacau (bolak balik sih, bagus-ngaco-bagus-ngaco) dengan menerapkan pola tidur dan makan yang “normal” Cukup lancar sebenarnya, apalagi sudah tidak ada lagi kesulitan untuk mencari makan (terkait bulan puasa). Penanaman sugesti dan pembenahan isi kepala pun mulai saya lakukan, walaupun belum sukses benar. Karena ini adalah tantangan paling berat, buat saya. Tidak mudah melawan keinginan diri sendiri, pastinya tidak semudah melawan argumentasi atau perintah orang lain.
Lalu muncul keinginan untuk sekedar rehat, dengan meningkatkan agenda sosial.
* singkat cerita *
Jadilah saya, the Gands, Okta dan Pieps makan siang bareng di salah satu tempat yang masih menyediakan kemudahan bagi kami-kami yang tidak menjalankan puasa di bulan ini. Rencana sih Pieps mau bandarin makan sepuasnya, sesuatu yang tidak berarti banyak buat saya yang berlambung kecil.
Selesai makan, tidak terbesit niat buat kembali ke basecamp untuk berkutat dengan laptop dan aktifitas yang terkait dengan tuts keyboard. Kami hanya duduk berlama-lama disana menikmati angin sepoi-sepoi di bawah rindangnya pohon (bukan pepohonan, karena cuma satu batang pohon yang ada disana). Tidak banyak orang yang meramaikan tempat tersebut, karena toh hanya ada dua meja. Itu pun yang satu jadi modal dagang sang empunya usaha, untuk menjajakan minuman dingin buat anak sekolahan (sudah ketahuan ya kami makan di tempat jajan anak sekolahan?)
Lalu sambil menikmati batang-batang nikotin pembunuh, saya layangkan pandangan ke pekarangan tempat kami menghabiskan waktu. Ada sekumpulan bebek (ntah bebek, ntah entok saya sulit membedakannya) Mereka pun sepertinya sedang ikut-ikutan ngaso seperti kami. Tapi ada satu bebek yang tidak “duduk” seperti bebek yang lain. Bebek tersebut hanya berdiri dengan menempelkan paruhnya di batang (satu-satunya) pohon yang ada. Lalu saya berujar
Nich: “Tuh bebek ngapain yah? Kaya’ lagi nyeruput batang pohon”
Okta: “Makan lumpur tuh bang, itu kan bebek lumpur”
Nich: “Lihat lah, kenapa ngenjot-ngenjot gitu ya?”
Memang bebeknya terlihat seperti terengah-engah, hanya saja amplitudonya kecil dan frekuensinya tinggi. Jadi gerakannya hampir tidak terlihat, tetapi memang ada. Pieps dan Ganda pun menghentikan aktifitasnya, dan akhirnya ada empat pasang mata yang tertuju kepada sang bebek.
* hening .. hening cukup lama *
PRET
BEBEKNYA MENCRET !!
Sialaan .. empat orang blogger harus menghadapi kenyataan dunia, bahwa mereka tidak mengenali gejala seekor bebek akan buang hajat

-
http://andymse.soloraya.net Andy MSE
-
http://realylife.wordpress.com realylife
-
http://malapu-pro.com malapu
-
http://astridsavitri.blogspot.com astrid savitri
-
http://geniadicanberra.blogspot.com uRa
-
http://tehsusu.com zee
-
http://harumhutan.wordpress.com wi3nd
-
http://thegands.wordpress.com thegands
-
http://www.jaketkulit.net Jaket Kulit
-
http://erwin-nassa.com thevemo
-
http://adieska.net/ Adieska
-
http://masmoemet.co.cc masmoemet
-
http://thegands.wordpress.com thegands
-
http://oktasihotang.com okta sihotang
-
http://www.rajakulit.com jaket kulit
-
jaket kulit






















