Sepertinya memang sudah waktunya musim hujan untuk tiba. Tanpa perlu mempelajari siklus bulan dan bintang di langit, dari nama bulan di kalender saja kita tahu sudah harus siap-siapin ember. Dan hujan pun tidak punya jadwal kedatangan seperti layaknya kereta api, tau-tau ujan aja.
(Imbang-imbang pemadaman listrik nih)

- Ketika sedang melaju di atas dua roda, *cress..es* — kehujanan, basah kuyup luar-dalam
- Ketika sedang tidur … *rrrrr…ss* — makin panjang durasi tidurku
- Ketika sedang jagain warnet; .sr.sr.sr.sr — “Gen, jemuran mu tuh”
- Ketika sedang di parkiran (*tik..tik..tjeber!*) — gledek menyambar dan langit pun gelap
Di sisi lain juga, hujan tentunya membawa dampak buat banyak orang yang hidupnya tergantung kepada hujan. Atau setidaknya; hidupnya tergantung pada pekerjaannya, dan pekerjaannya tergantung kepada hujan. Ntah itu petani, atau pun buruh bangunan (yang ngecor gak kelar-kelar), atau bisa juga pria panggilan yang gak bisa mendatangi client-nya (masih bermodal motor sih)
Yah, syukuri aja apa yang ada, dan jangan pernah mempertanyakan “kenapa” ..
Sebuah tulisan yang bertujuan untuk menenangkan diri karena 2 malam gak bisa nepatin janji

-
http://nichpakaich.net Nich






















