Ketika dan Hujan

Celoteh Komentar?

Sepertinya memang sudah waktunya musim hujan untuk tiba. Tanpa perlu mempelajari siklus bulan dan bintang di langit, dari nama bulan di kalender saja kita tahu sudah harus siap-siapin ember. Dan hujan pun tidak punya jadwal kedatangan seperti layaknya kereta api, tau-tau ujan aja.
(Imbang-imbang pemadaman listrik nih)
:hmmm:

  • Ketika sedang melaju di atas dua roda, *cress..es* — kehujanan, basah kuyup luar-dalam
  • Ketika sedang tidur … *rrrrr…ss* — makin panjang durasi tidurku
  • Ketika sedang jagain warnet; .sr.sr.sr.sr — “Gen, jemuran mu tuh”
  • Ketika sedang di parkiran (*tik..tik..tjeber!*) — gledek menyambar dan langit pun gelap

Di sisi lain juga, hujan tentunya membawa dampak buat banyak orang yang hidupnya tergantung kepada hujan. Atau setidaknya; hidupnya tergantung pada pekerjaannya, dan pekerjaannya tergantung kepada hujan. Ntah itu petani, atau pun buruh bangunan (yang ngecor gak kelar-kelar), atau bisa juga pria panggilan yang gak bisa mendatangi client-nya (masih bermodal motor sih)
Yah, syukuri aja apa yang ada, dan jangan pernah mempertanyakan “kenapa” ..

Sebuah tulisan yang bertujuan untuk menenangkan diri karena 2 malam gak bisa nepatin janji
:waaa:

Be Sociable, Share!
Posting Terkait:
 
  • http://nichpakaich.net Nich

    @all:
    makasih udah singgah, udah komentar, juga udah promosi
    (lahan juga nih jadinya) :duer:

WP Theme & Icons by N.Design Studio :: Retouched by Nichive·Remaja
Entries RSS Comments RSS Log in

Switch to our mobile site