Tadi malam, aku yang sudah kelimpungan akibat kewalahan menghadapi kerjaan; memutuskan untuk mengistirahatkan laptop dan diriku. Hee,hee emang anakmudanya seperti itu – cicing disaat kerjaan bejibun

Di waktu istirahat ini lah aku tonton pilem horror Indonesia yang aku gak sempat ingat apa judulnya berhubung tidak nonton dari awal.
Jenis hantunya? Hmm.. setan perempuan gitu, ding.
Pemerannya? Bukan, bukan Julie Estelle.. itu mah pilem baru (Kuntilanak juga ditayangkan, di stasiun yang berbeda).
Yang aku tonton semalam, film lama yang dibintangi sang ratu film horror Indonesia; ya siapa lagi kalau bukan (alm) Suzanna. Ditambah kehadiran Bokir dan Dorman Borisman, yang ngebuat film horror tidaklah begitu menakutkan lagi.
Nah, dibagian akhir film tersebut. Pas adegan si hantu kesampaian juga untuk ngebalas dendam, dialognya cukup “mendidik” lho. Soalnya penjahat yang nge-mati-in dia (si hantu), adalah kelompok pengedar narkotika. Jadi sebelum dia ngebantai mereka – yang hanya disajikan dengan adegan tenda bergoyang – dia (si hantu) ngomong kalau pedagang narkotika pantas mampus. Trus di penghujung film juga, ketika sang hantu udah tinggal memberikan tikaman terakhir buat sang gembong (yang juga penyebab kematian si hantu) dia sempat “deklamasi” ke para penduduk desa yang berhasil nguber-nguber dia. Inti orasinya, dia mengancam akan menghabisi orang-orang seperti perampok, pembunuh, pemerkosa (dll).
Walaupun dulu aku (pasti) pernah tonton nih pilem, tapi karena keterbatasan daya ingat akhirnya aku lupa detil itu. Aku terkesima juga sama pesan sang hantu itu. Wekekekeke.. blum pernah aku tonton sinetron belakangan ini yang ada acara deklamasinya gitu. Palingan juga “ratapan” mulu yang ada. Jadi orang bego-bego amat yah, disiksa malah pasrah. Aduin ke pulisi keq, atau kirikan sekali pakai kanan… haaah

Tapi terngiang juga sama adegan (alm) Suzanna yang tak terlupakan, walau terkadang detilnya suka salah…
“Bang sate-nya, ya bang”
“Berapa tusuk neng?”
“100 tusuk bang..”
“haaaah?”
*tukang sate mlongo*— Sekejap saja, habis tuh 100 tusuk .. trus, dia minta lagi —
“Soto-nya, ya Bang”
“Bentar ya neng abang elap dulu mangkoknya”
“Ga usah bang, saya tenggak aja langsung dari pancinya” kata Suzzana sambil gotong itu panci soto dan langsung ditenggak *gluk gluk gluk*
tukang soto yg penasaran langsung liat punggung Suzanna dan ternyata… BOLONG !
Suzanna langsung nyengir dan cekikikan “hihihihihihihihihi” .. tukang soto lari tunggang langgang ..
Aku baru ingat, kalau gak salah itu pilem Sundel Bolong! Dasar sundel bolong, makan tapi ga bayar …

-
http://www.jimmysun.net jimmy
-
http://blog.ngetrend.com/roded roded
-
http://www.afwan.net afwan auliyar
-
http://www.seoindonesia.com/busby-seo-test busby seo test contest
-
http://katasandi.com sandi
-
http://novnovaitian.blogspot.com novnov
-
http://michaelsiregar.wordpress.com/ Michael Siregar
-
http://saksiku.blogspot.com diana
-
http://bazt.wordpress.com/ xzbazt
-
http://raeyans.blogspot.com/ raeyans
-
http://ngetikdi.blogspot.com hawee
-
http://leoslab.net Le
-
http://www.sitetalkzone.com/index.php?referrerid=83 f474r
-
http://elmosphere.com elmo
-
http://astridsavitri.blogspot.com astrid savitri
-
http://www.stylinworld.cn Andre
-
dodon






















