Mar 18
Awalnya tadi aku pengen nge-tweet link yang satu ini saja, tapi berhubung service Twitter API yang aku pakai untuk Kandang Monyet ini lagi down, ku pikir-pikir ulang untuk bikin postingannya saja langsung.
Sejak bangun pagi, hati ini sudah dalam suasana yang sentimentil (hampir mentél malah kurasa), gara-gara diskusi semalam tentang lagu Batak yang berjudul “Mardalan Ahu” yang oleh bung chairuzzaman di-deskripsikan dengan lugas
Lagu ini terlalu sayang untuk dibahas. Dengarkan dan menangislah.
Memang lagunya dibawakan dalam bahasa Batak, yang aku sendiri tidak bisa mengartikan tiap lariknya ke dalam bahasa Indoensia dengan tingkat ketepatan 100% (wajib lost in translation). Tapi aku yakin, kalian pasti setuju bahwa musik adalah bahasa universal, tak perlu mengerti liriknya pun saya yakin kalian dapat pesannya.
Peringatan: jangan dengarkan lagu tadi sendirian, apalagi malam-malam, tanpa persediaan tissue yang memadai
Sampai siang hari pun, playlist ku masih memainkan lagu yang itu-itu saja. Ditambah dengan sebuah video dari YouTube yang aku dapat dari sang juragan chips poker Pieps LG. Nah yang mau aku bagi kali ini adalah video yang satu ini.
Baca kelanjutannya.. »
Apr 22
Kemarin aku ada bikin postingan tentang film kocak “Clint Eastwood Sahabat Orangutan” sekarang aku mau bagi satu film lama yang di-remake, yaitu Pemenang 6 Academy Awards – Forrest Gump. Ini film yang seingatku sudah 4-6 kali ku tonton, dan tak pernah bikin bosan.
Film yang ini, buat nge-refresh aja, mana tahu rekan-rekan sekalian agak lupa-lupa-ingat. Oh ya, gak usah khawatir kalau situ punya koneksi lelet (maklum akses internet negara kita, gimana lah) – durasinya cuma 1 menit dan 1 detik. Klik aja play, trus klik pause buat nunggu buffer-nya selesai (gak lama koq), lalu klik play lagi.
Ini bukan trailler, benar-benar remake
Film-nya dibawah, klik sini dulu..
Apr 21
Waktu kemarin aku liburan, ada satu film yang bikin aku melek terus sampai lewat tengah malam. Judulnya “Every Which Way But Loose” ini film lama, keluaran tahun 1978 (sumber: imdb). Ceritanya jadul, tapi menghibur. Emang aku gak tonton dari awal, soalnya rada bingung dengan sistem televisi berlangganan yang jam tayangannya gak selalu dimulai pada saat jarum panjang menunjukkan angka 12.
Bagian yang bikin aku berhenti pencet-pencet remote untuk berpindah saluran dari yang satu ke got.. adalah ketika aku ngelihat ada orangutan, duduk santai di bar sambil nenggak bir. Jujur aja, aku ini termasuk orang yang suka merhatiin kera besar (termasuk monyet) dengan tingkahnya. Serupa dengan bokap yang doyan nonton dokumenter dan sempat terobsesi sama ular. Intinya: tontonan malam itu benar-benar kocak.
Baca lebih lanjut tentang film-nya..