Sep 17
Hari Kamis tanggal 15 September 2011, anakmudanya meninggalkan kota Medan untuk merapatkan barisan bersama banyak teman-teman yang aktif di dunia online, dalam sebuah proses drafting untuk Kode Etik Online yang diinisiasi oleh ICT Watch.
Ketika awalnya diundang, aku bertanya-tanya ini tujuannya apa? Apa mau bikin dekrit, gitu? Apa orang-orang emang gak tahu pentingnya etika online? Emangnya ada orang yang merasa perlu dibuat sebuah hukum tertulis terkait aktifitas online?
Pada Jumat, 16 September 2011, bertempat di Hotel Harris (Tebet, Jakarta) agenda pun dimulai. Acara yang terdiri dari rangkaian Workshop dan Focus Group Discussion ini berjalan dengan kronologis sebagai berikut:
- Workshop sesi pertama diisi oleh bang Sammy Pangerapan (APJII, “Internet Services for Community”) dan mas Sigit Widodo (PANDI, “Domain .id as Community Identity”)
- Workshop sesi kedua diisi oleh mas Anggara (Public Interest Lawyer/ICJR.or.id, “Freedom of Speech on the Net”) dan mas Nezar Patria (AJIIndonesia.org, “New Media on Today Perspective”)
- Workshop sesi ketiga diisi oleh Ross LaJeunesse (Head, Public Policy and Gov Affairs, Google – Asia Pacific) dan Mike Orgill (Country Lead, Public Policy & Gov Affairs, Google – Southeast Asia)
- Workshop sesi keempat diisi oleh Pak Nukman Luthfie dengan topik “Etika 2.0″
Kepala ini serasa penuh menampung informasi yang dibagikan. Penawaran dan kesempatan yang terpapar, fakta-fakta baru tentang; betapa masih sangat kecil persentase orang Indonesia yang pakai domain .id, aturan main jurnalisme, banyaknya kasus di Indonesia yang tidak ditangani secara adil, dan bagaimana Google bersikap transparan terhadap kebijakan sebuah negara, benar-benar mencelikkan mata.
Serangkaian hasil survey pun menunjukkan bahwa memang Internet masih memaparkan kesempatan yang dapat merugikan orang lain, dan bahwa kebutuhan akan pendidikan tentang Kode Etik Online adalah hal yang ditunggu oleh pengguna Internet di Indonesia.

Survey oleh ICT Watch
Baca kelanjutannya.. »
Sep 16
Nyaman memang kalau sudah bawa BlackBerry kemana-mana, tapi itu juga mengekspos gadget terhadap debu dan kerusakan fisik.
Beberapa waktu lalu gadget andalanku mulai mengalami permasalahan. Dikarenakan faktor usia dan cara penggunaan, mulailah beberapa masalah timbul. Sayangnya penyebab masalah yang kuderita tidak dilindungi oleh klaim garansi (makin sakit kepala jadinya).
Penyakit pertama adalah tombol yang – kalau aku bilang – mendadak touch-screen karena gejalanya; tombol-tombol tertentu menjadi begitu sensitif, asal disentuh langsung “tertahan” dan melakukan input karakter berlebihan. Penyebabnya adalah komponen keyboard (keytone) yang sudah usang. Lalu resiko punya gadget yang casing luarnya berbahan karet pun muncul, semua convenience-key Gemini-ku sekarang nglotok (mengelupas, ntah bahasa mana tuh).
Setelah dipikir-pikir, jadi pengen upgrade atau nambah gadget

Hasil diskusi dengan beberapa orang teman, pilihan tetap jatuh ke BlackBerry karena keunggulannya dalam melakukan interaksi sosial (BBM Groups).
Maka proses pilah-pilih pun berjalan. Pengen yang touch-screen beneran, tapi Storm lebih tepat dikatakan push-and-click. Sementara Torch, kurang sreg di hatiku karena modelnya slide gitu. Ketika diri ini sudah membulatkan tekad untuk memilih Onyx, eh dapat info dari akun twitter @indosatmania kalau sekarang sudah keluar BlackBerry model terbaru. Dengan bentuk yang gak slide, tetap QWERTY, casing gak berbahan karet dan sekaligus touch screen.
Baca kelanjutannya.. »
Sep 14
Tulisan ini dikutip (dan disunting seperlunya) dari album Facebook Politeknik Informatika Del
Auditorium Kampus Politeknik Informatika Del (PI Del), Sabtu 10 September 2011
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Ibu Prof. Armida S Alisjahbana, Ph.D menjadi Pembicara Utama, pada acara Wisuda Angkatan 2008 dan Dies Natalis ke-10 PI Del. Beliau menjabarkan tentang PERCEPATAN PEMBANGUNAN SDM DAN IPTEK NASIONAL. Beliau juga menambahkan bahwa PI Del telah mencetak SDM yang handal, yang siap membangun bangsa dan negara melalui karya di bidang informatika. Ibu Menteri bangga akan kampus PI Del yang berada di pelosok desa, bahkan tidak menyangka kalau di Sumatera Utara ada kampus sebagus PI Del; Selain kampusnya yang bagus, juga mutu pendidikan yang berkualitas baik dan diminati oleh perusahaan-perusahaan berbobot.
Tanggal 10 September 2011, menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi Del. Hari ini diadakan Upacara Pelantikan sebanyak 64 Wisudawan PI Del, Angkatan 2008 yang terdiri dari 24 orang dari jurusan Teknik Informasi, 25 orang dari jurusan Manajemen Informatika dan 15 orang dari jurusan Teknik Komputer. Tepat pada pelantikan ini juga dirayakan ulang tahun Del ke-10.
Sudah 10 tahun Del berbagi, 10 tahun Del berbakti, 10 tahun Del mengemban tugas demi misi dan visinya untuk kebaikan bangsa khususnya peningkatan SDM di bidang informatika. Selama 10 tahun, Del mampu menunjukkan “selalu selangkah lebih maju“, tidak pernah berdiam diri mencetak manusia yang tidak saja pintar tetapi memiliki moral dan nilai disiplin yang kuat.
Baca kelanjutannya.. »