Akhirnya kembali lagi ke basecamp, setelah seminggu melalak kesana-kemari, seminggu yang panjang dan melelahkan (tapi terisi dengan aktivitas penuh arti). Sebenarnya rencana awal dari Balige Road Trip, adalah buat ngantarin rombongan yang mau menghadiri acara pernikahan teman. Yang nikah itu teman Anton yang dulu satu kuliah dengan ku, nah temannya ini dulu satu asrama dengan dia di Matauli (SMU Plus di Sibolga itu tuh). Selain acara nikahan, kami juga udah niat buat ikutan acara Natal di PI-Del.
Tapi diluar rencana, ada salah satu anggota keluarga ku yang kemalangan. Inang tua (baca: bibi) yang sudah setahun lebih berjuang melawan kanker, dipanggil Bapa di Surga. Berita duka ini baru aku terima dalam perjalanan balik ke Medan (di penghujung Balige Road Trip). Jadi ketika selesai urusan ngantar rombongan ke bandara, aku langsung pulangin mobil rental, dan meluncur kembali ke Siantar.
Balige Road Trip
Perjalananku dimulai dengan menjemput mobil yang disewa dari salah seorang saudara alumni PI-Del, Jariaman Barus (horas Appara!). Bermodal beberapa ribuan di kantong, aku menuju Tanjung Morawa. Iya, jemput mobilnya jauh aja… lewat Poldasu, bo’
Setelah dapat mobil, anakmudanya masih harus nunggu rombongan yang tiba di Bandar Udara Polonia Medan, jam 18.30 WIB. Jadi sambil menunggu, ya ke basecamp dulu lah beres-beresin barang. Tengok-tengok jam, masih jam 3 siang. Lama benar rasanya waktu berjalan. Aku putuskan pulang ke rumah aja, buat puas-puasin main sama si BlackOut (anjing peliharaan). Tapi karena mau jalan malam, ortu nyaranin aku tidur dulu. Jadi lah aku BBS sekitar sejam lebih. Eh, bangun-bangun rupanya rumah kedatangan tamu. Saudara yang baru pulang dari acara martumpol (itu sejenis acara pra-nikah di adat Batak). Berhubung Pak Sihotang ngelihat aku bawa mobil, jadi beliau ngacir buat main tenis dan aku diserahin tanggung jawab buat ngantarin mereka pulang. Buseeet, nih orang tua gak tahu aku udah berusaha manajemen waktu sebaik mungkin. Yap, alhasil, ngantarin mereka dari Tanjung Sari ke Jalan Rela di jam pulang kerja membuahkan aku telat buat jemput rombongan di Polonia (sorry guys).
Sampai di Polonia, untung gak ada yang ngedumel. Mungkin mereka terlarut dalam proses menikmati suasana Medan yah (maklum, ada 4 orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Medan). Dan kita pun meluncur ke Simalingkar buat ngedrop barang bawaan Anton (ke rumah ortunya). Lagi asyik nyari tempat buat mutar mobil, orang rumah Anton ini komentar,
Suruh aja Kakak itu mutar mobil di lapangan..
Wakakakaka… Bapaknya Anton udah gak tanda lagi dengan aku, gara-gara gondrong dikira cewe

Pertemuan Anton dengan keluarganya berjalan singkat, karena rombongan udah mengeluhkan kelaparan yang mereka dera (mereka ya, aku enggak). Jadi kita langsung bergerak buat hunting BPK di daerah Simpang Selayang. Untung gak ada yang berhalangan dengan daging babi nih, jadi semua bisa duduk satu meja menikmati hidangan makan malam yang eksotis.
Selesai makan, sekitar pukul 21.08 WIB, anakmudanya langsung tancap gas meninggalkan Medan. Sebenarnya ini kali pertama aku jadi supir panjang. Dulu paling jauh cuma sampai Tanjung Morawa. Tapi kadang kala kebenaran tidak perlu selalu dipaparkan. Yakin ku, si Martin Flemming berdoa panjang selama perjalanan (karena dia seorang yang tahu kalau aku blum pernah jalan jauh, wakakakakak)
Perjalannya berjalan mulus, walaupun durasinya menjadi agak lama gara-gara banyaknya konvoi truk dan mobil sewa. Tapi semua tiba dengan selamat, tanpa kurang satu apa pun. Dan kami pun memisahkan diri dengan rombongan utama, yang mau kondangan di drop di Kota Balige sementara kami balik ke Kampus PI-Del.
Pelaksanaan Kepentingan Pertama adalah menghadiri (buatku memfasilitasi) Acara Pernikahan antara Johnson Todo Jusuf Napitupulu dan Apriyani Sinurat yang dilangsungkan di Gedung Serbaguna Gereja HKBP Balige. Ya, aku cuma memfasilitasi antar-jemput. Jadi ketika acara berlangsung udah bisa ditebak, aku tidur di mobil sampai jam makan siang tiba

Berhubung aku tidur, jadi satu-satunya gambar yang bisa dipajang ya foto kedua teman lama dari Kampus. Antonius Halomoan Purba dan Halomoan Hutagalung (pasaran kali yah nama Halomoan ini). Ini diambil waktu lagi nungguin jatah makan siang.
Kedua orang ini dulu satu SMU di SMA PLUS MATAULI SIBOLGA. Bisa tahu sendiri dong kalau kedua orang ini emang punya relasi dekat dengan yang punya hajatan.
BTW, tuh Momo nyambar batik yang Anton (padahal awak dah kepengen kali pakai Batik sesekali, blum punya sampai sekarang)
Oke selesai acara nikahan, kami pun langsung jemput bintang tamu yang mau diboyong ke acara Natal di PI-Del. Siapalagi kalau bukan Azizah br. Nainggolan. Proses menjemputnya gak jauh beda dengan pengalaman terakhirku, kami harus nungguin dulu nih anak mandi, dandan, bla-bla-bla…
Acara Natal di PI-Del kali ini, memang spektakuler. Pementasan Drama yang disajikan para mahasiswa, benar-benar yang terbaik yang pernah aku lihat. Wuih, asli kami semua takjub nontonnya. Apalagi si Olin (anak Tulang Tampu) jingar kali disitu. Sayang aku gak punya dokumentasinya, maklum antrian mandi bikin kita panik, jadinya lupa buat bawa kamera digital. Tahu sendiri lah, kita kan gak biasa telat kalau ada acara di kampus. Alhasil awak harus pakai kamar mandri Asrama Putra, yang bikin anak-anak asrama bertanya-tanya “siapa pulak nih orang enak-enaknya lari-lari di kamar mandi, nyatronin odol dan sabun yang tersedia, sambil bugil pulak” (tanya si boon_ciet)

Setelah acara Natal selesai, dan kami udah sempatkan bersilahturahmi dengan orang-orang. Alumni pun memisahkan diri. Meluncur ke Balige buat menikmati Bandrek di dekat J-Par! Ha,ha.. kali ini dia buka. Gak kaya’ kunjungan terakhirku.
| Setelah puas, ya jelas kami kembali ke kampus. Buat istirahat, soalnya keesokan hari kami sudah bubar pulang ke tempat kami masing-masing. Karena yang cowo numpang di tempat Ojak dan Humasak, jadi bisa dibayangkan betapa penuhnya Town House itu. Gak bisa bayangkan? Nih lihat aja secuil, sisanya disensor
Sofa muat dua orang, tapi posenya itu lho.. gak tahan, tanya Ojak apa pendapatnya. Trus, untung masih ada tikar sisa jarahan, jadi bisa bikin tempat tidur massal di bawah. Anakmudanya? Jelas dapat kasur empuk laa.. semua orang masih pengen pulang selamat. |































Pingback: Pengaruh Tidur Remaja Dewasa Muda | Helda dot Info
Pingback: Menikmati Juice Gajah Kota Binjai | Nich bukan nik atau nih